• Fashion / News

    Model Citizen


    Model Citizen


    Sebagai satu dari tiga super model di era '80-an, menjadi duta kampanye kesehatan reproduksi wanita, dan seorang ikon fashion, Christy Turlington Burns menunjukkan bagaimana menjadi seorang wanita sejati. Oleh Alice Gregory
    Fotografi oleh Simon Upton. Styling oleh Kenneth Goh

     

    Christy Turlington Burns tiba di tempat pemotretan, berbusana layaknya wanita yang seringkali bepergian: mengenakan pakaian yang terlihat nyaman dan santai, rambut dinaikkan, dengan sweater dan tas besar. Walaupun kegiatan dimulai cukup pagi, namun Christy hadir tepat waktu. Sebelum ke lokasi pemotretan, Christy baru saja mengunjungi St. Luke Roosevelt Hospital di mana ia melakukan film dokumenternya yang berjudul No Woman No Cry untuk Departemen Ob/gyn. Film yang berkonsep non profit tersebut, menjadi salah satu pilihan resmi Tribeca Film Festival pada tahun 2010, menceritakan kehidupan dan perjuangan para wanita yang tengah mengandung di Tanzania, Bangladesh, Guatemala dan Amerika Serikat. “Dari screening ke pemotretan,” ujarnya sambil tertawa. “Itu mungkin cukup paradoksal.”

    Namun sekarang, paradoksal bukan sesuatu yang baru untuk seorang Christy, yang sudah terbiasa menjalani peran yang kontradiktif, setelah selama 20 tahun kariernya melakukan berbagai pekerjaan sebagai model bersama Naomi Campbell dan Linda Evangelista (fotografer Steven Meisel sering kali mengabadikan mereka bertiga, sehingga muncul julukan “The Trinity”). Wajah Christy masih sering terlihat di berbagai iklan sampai saat ini. Tidak hanya berpose, ia juga melakukan kegiatan lainnya seperti meneruskan perguruan tinggi, menikah, memiliki dua anak dan menyutradarai film dokumenter non profit.

    Tak pernah terlihat lelah adalah alasan jelas mengapa dia sangat dicintai dan digemari di industri fashion (sebelum ia tiba di lokasi pemotretan, seluruh crew menyanyikan lagu yang memuji dirinya). Impian lain yang ia miliki adalah menjadi seorang makeup artist, yang menurutnya dramatis dan etnis. Wajah seperti kanvas polos untuk menuangkan inspirasi. Dia sangat ramah dan akrab dengan semua orang di lokasi pemotretan dan mencoba mengingat nama setiap orang, menanyakan anggota keluarga dan bermain-main dengan baju dan sepatu, melakukan pemanasan dengan melompat-lompat seakan dia adalah seorang pesenam yang hendak beraksi.

    Ingin mengetahui cerita Christy Turlington Burns selengkapnya? Simak Harpers Bazaar Indonesia edisi April 2012




- RELATED ARTICLE -