• People / News

    Rhythm Nation


    Rhythm Nation


    Ikon. Legenda. Diva. Lepas dari kesuksesan kariernya selama empat dekade, ia menjadi tokoh terbaik yang dipilih untuk Abu Dhabi Grand Prix dan perayaan hari jadi ke-40 Uni Arab Emirates (UAE).

    Teks oleh Emily Baxter
    Styling: Sally Matthews
    Photography oleh Alan Gelati

     


    Ditandai bunyi injakan rem yang tiba-tiba, bis itu berhenti di Yas Marina Circuit, di mana Harper’s Bazaar sedang melakukan pemotretan untuk sampul depan edisi bulan ini. “Kami mencari Janet Jackson,” sahut si pengemudi bis dari balik jendela mobil. Saat itu Janet sedang berada di tempat pelatihan balap Formula 1, untuk berganti pakaian berikutnya yang akan dikenakan di sesi pemotretan.

    Di balik keriuhan yang terjadi dan deretan bodyguard yang memenuhi lokasi pemotretan saat itu, memang sesuatu yang luar biasa akan selalu terjadi jika berkaitan dengan Janet. Salah satunya, hal luar biasa untuk merayakan kariernya selama 40 tahun di dunia hiburan. Tidak hanya seputar 40 tahun berkarya, tetapi mengenai deretan penghargaan yang sukses diraihnya selama puluhan tahun tersebut.

    Bersama sang fotografer Alan, saat melakukan pemotretan Janet mencuri waktu untuk mengagumi track balap Ferrari. Memandang wanita ini, seolah melihat sosok wanita baru yang telah bertansformasi dari masa lalunya yang kelam menuju kesuksesan. Mengomentari pemandangan di sekitarmya, ia berseru, “Ini menakjubkan!” ujarnya sembari tersenyum. Senyum itu sebagian milik dari Wissam Al Mana, kekasih Janet selama tiga tahun ini. Bertemu pertama kali saat pementasannya di Timur Tengah, mereka langsung tertarik satu sama lain. “Kami memiliki ikatan yang dalam.” Dan sebaliknya, Wissam merasakan hal yang sama. “Saya merasa sangat beruntung dapat menjalin hubungan dengan wanita impian saya. Rumor yang beredar sama sekali tidak berarti bagi saya.”

    Mengingat msaa kecilnya, Janet bertansformasi dari penampilan amatirnya menjadi salah satu pemeran drama berjudul Good Times. Masa lalu Janet jauh dari bermain boneka dan mainan anak-anak lainnya. Dan melalui drama tersebut, Janet menemui jalan menuju kesuksesan. Saat itu, sang ayah yang berperan sebagai manajer.

    Bagaimana pun, saat ayah Anda yang berperan sebagai manajer, urusan keluarga tidak akan menjadi mudah. “Sedikit lucu, Anda tidak akan mendapatkan sosok ayah yang diinginkan apabila ia menjadi manajer Anda. Apa pun yang Anda lakukan untuk menentang kehendak ayah Anda, itu tidak akan terjadi. Saat ia berkata ‘ya’, hal tersebutlah yang akan terjadi.”

    “Saat saya masih kanak-kanak, saya memang kehilangan masa tersebut. Tetapi jangan salah paham, saya menikmatinya. Kami tumbuh di sebuah rumah yang penuh akan kenangan. Sebagai seorang anak kecil, saya tidak bisa mengerti apa yang saudara-saudara lelaki saya alami. Saya mencoba untuk hidup tanpa penyesalan. Baik hal baik maupun buruk, saya bersyukur. Karena semua hal tersebut yang membentuk saya menjadi seperti saat ini."


    Tags : diva, news, style