• The Future of Skin


    The Future of Skin


    Kota New York menjadi saksi dari sebuah perjalanan yang dirancang dengan seksama untuk satu tujuan: menguak masa depan kulit cerah dan muda untuk semua wanita dari segala bangsa.

    New York, kota utama di negara adidaya Amerika Serikat ini memiliki magnet yang menarik banyak orang dari berbagai negara untuk mencoba peruntungannya di sini. Di sinilah Pond’s untuk pertama kalilnya membuka tabir sebuah inovasi baru di bidang perawatan kulit yang akan diluncurkan secara global di awal tahun 2012 ini.

    Sejak awal, rasa ingin tahu perihal seluruh perjalanan ini telah bangkit. Bukan saja karena kota New York sebagai tujuan perjalanan sangatlah fascinating, tapi juga karena Pond’s Indonesia sendiri sedikit merahasiakan apa yang akan menanti kami di sana. Membuka perjalanan yang bertajuk Pond’s Global Launch New York City, Bazaar tiba di hotel Mondrian SoHo bersama para utusan dari empat negara lainnya, yaitu Thailand, Mexico, India, dan Filipina. Negara-negara tersebut adalah tempat di mana Pond’s menguasai market perawatan kulit wajah, dan menjadi salah satu brand skin care dengan penjualan tertinggi. Acara cocktail yang dibuka oleh speech dari Rajev Shukla, Global Vice President for Pond’s, di penthouse hotel yang chic dan cozy ini mengawali itinerary eksklusif yang dirancang secara khusus.

    EKSKURSI LIMA INDERA
    Perjalanan diawali dengan dua hari yang mengesankan. Pond’s tidak langsung membawa kami ke tujuan atau menu utama, melainkan mengizinkan para tamunya untuk merasakan dan menyelami apa itu Pond’s, mulai dari aroma dan filosofinya, hingga santap istimewa di restoran yang menjadi talk of the town di New York. Kesemuanya dalam bentuk yang unik dan tidak biasa, serta mengandung unsur edukasi yang tinggi. “Kami ingin Anda merasakan langsung inovasi di bidang kecantikan yang akan memesona semua indera, karena begitulah cara untuk mengalami kecantikan dan inovasi yang sesungguhnya,” ujar Apples Aberin, Head of Global Pond’s PR, menjelaskan mengapa ekskursi ini dirancang dengan demikian seksama.

    Tujuan pertama adalah Givaudan, perusahaan perfumery terkemuka yang membuat berbagai parfum ikonis dan menjadi best seller di seluruh dunia, sebut saja Love by Kim Kardashian (limited edition menyambut pernikahannya yang penuh kontroversi), Prada, Dior, dan lain sebagainya. Mereka juga mengembangkan serta menciptakan wewangian khusus untuk berbagai produk, seperti kosmetika, sabun, dan pembersih rumah tangga. Pada dasarnya, Givaudan membuat parfum yang spesifik berdasarkan kebutuhan kliennya, termasuk Pond’s. Perjalanan ke tempat ini adalah sebuah cara Pond’s untuk membuat para tamunya mengenal wewangian yang digunakan untuk produknya. Dalam hal ini, kunjungan ke Givaudan merupakan sebuah pengalaman bagi indera penciuman.

    Di tempat ini, semua hal tentang parfum dan fragrance dipaparkan. Bagian atau kandungan penting dalam racikan fragrance, yaitu top notes (wangi yang langsung menggoda calon pembeli), mid notes (karakteristik utama dari sebuah wewangian), dan bottom notes (wangi yang tertinggal setelah beberapa lama), merupakan pengetahuan yang sangat menarik untuk disimak.

    Givaudan dan para perfumers-nya menciptakan wewangian khusus untuk Pond’s, dengan misi yang berpandangan jauh ke depan. Parfum tersebut haruslah sesuai dengan fungsi produknya sendiri, yaitu face care, dan wanginya juga haruslah mudah diingat serta membuat pemakainya merasa ‘lebih cantik’. Produk Pond’s yang wewangiannya dibuat oleh Givaudan antara lain Pond’s Age Miracle dan Flawless White. Untuk Flawless White, top notes yang digunakan adalah floral dan bergamot, sedangkan mid notes-nya antara lain rose dan jasmine. Kesimpulannya, semua wewangian dalam produk Pond’s memiliki ‘jejak’ romantis. Dan yang lebih istimewanya lagi, semua yang hadir diberi kesempatan untuk menciptakan secara khusus signature scent masing-masing dengan jenis atau racikan utama wewangian yang digunakan untuk Pond’s. Parfum hasil racikan sendiri ini menjadi sebuah kenang-kenangan istimewa dari perjalanan ini.

    Setelah indera penciuman diaktifkan di Givaudan, indera perasa pun dimanjakan di restoran fine dining Italia, A Voce, yang terletak di Time Warner Building di Columbus Circle. Masakan Italia yang menyamankan lidah dan perut tersebut menuntaskan acara siang itu, sebelum berlanjut ke sebuah acara yang menyentuh indera penglihatan dan pendengaran. Pertemuan dengan fotografer kenamaan Nigel Barker menjadi salah satu highlight dari itinerary hari itu, yang diakhiri dengan makan malam memesona di Le Bernardin, restoran penyandang tiga Michelin star.

    MENUJU MASA DEPAN SKIN CARE
    The moment of truth pun tibalah. Berjarak selama hampir dua jam waktu tempuh dari New York City, Pond’s Institute di Connecticut merupakan bagian dari situs research and development terbesar ketiga di dunia yang dimiliki oleh Unilever, ayah perusahaan Pond’s. Di kota pelajar yang tenang ini sekitar 400 orang peneliti yang ahli di bidang bioscience, bahan-bahan, data modelling, dan sebagainya, bekerja untuk lebih dari 12 brand milik Unilever. Akan halnya Pond’s, perusahaan raksasa ini menanamkan modal yang tidak sedikit (sekitar 250 juta US dollar) untuk penelitian dan inovasi di bidang perawatan kulit wajah. Hal ini memang sesuai dengan filosofi Pond’s, yaitu “bring science and consumer together to create products”. Bagi mereka, produk yang berhasil adalah perpaduan yang seimbang antara kebutuhan pemakai dengan kemajuan ilmu pengetahuan melalui penelitian menyeluruh. Pengertian akan kebutuhan pemakai menjadi dasar yang kuat bagi tujuan riset, serta menjadi pendukung teori yang mendasari riset tersebut.

    Prinsip ini terus dipegang bahkan setelah brand ini berusia 150 tahun. Itulah juga yang menjelaskan mengapa produk-produk yang diciptakan mengukuhkan kredibilitas mereka di bidang perawatan kecantikan. Diawali dengan produk pertamanya, Pond’s Extract for Sunburn yang diciptakan oleh seorang ahli farmasi bernama Theron T. Pond. Produk ini merupakan skin care pertama di dunia yang dijual dengan strategi komersial. Setelah diambil alih oleh Unilever dan menjadi brand global di tahun 1980-an, Pond’s hingga kini dikenal di lebih dari 50 negara, dan menjadi salah satu yang terkuat di dunia. Dan dua produk yang menjadi ‘bintang’ dari perjalanan ini adalah New Pond’s Flawless White dan New Pond’s Age Miracle Cell ReGen™.

    Warna yang lebih putih dan cerah sangat penting bagi wanita Asia, namun kondisi tersebut tentunya harus dicapai dengan cara yang tepat dan dalam waktu tertentu. Apalagi, wanita Asia jenis kulitnya sangat beragam, tingkatan warna kulitnya pun berbeda-beda, tergantung dari lingkungannya. Wanita di Asia Timur cenderung memiliki kulit yang lebih terang, sementara wanita di Asia Selatan cenderung memiliki kulit yang cokelat.

    Untuk itulah Pond’s percaya akan keunikan setiap wanita yang memiliki kebutuhan yang berbeda untuk kulitnya masing-masing. Sehingga isu utamanya bukan lagi kulit yang lebih putih, namun kulit yang bercahaya dan warna yang merata. Terobosan yang dibuat Pond’s adalah inovasi formula skin lightening cream dalam New Pond’s Flawless White yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan unik setiap orang, apakah itu wanita Asia atau Kaukasia.

    Formulanya yang baru mempunyai misi mencerahkan warna kulit secara natural serta mengangkat rona cerahnya secara merata dan tanpa noda hitam. Kandungan ‘juara’ dalam hal ini adalah GenActiv™, formula yang memiliki sistem sunscreen pertama dalam bentuk cream dengan dua kandungan potensial bernama niacinamide dan 12-HSA. Keduanya memiliki kemampuan untuk mengontrol produksi dan penyebaran melanin, membantu kulit agar lebih cerah dan ‘memaksa’ noda hitam yang telah lama ada hilang. Uji klinis secara menyeluruh dan canggih terhadap berbagai jenis kulit dilakukan terhadap lebih dari 50 orang, yang tentunya sesuai dengan etika dan aman, untuk memperkuat dan mendukung hasil penelitian ini.

    Alat-alat uji yang sophisticated juga digunakan untuk penelitian bagi produk andalan lainnya, yaitu Pond’s New Age Miracle Cell ReGen™. Satu hal yang didapat dari ilmu pengetahuan tentang kulit manusia adalah, tubuh secara alami memiliki sejumlah stem cells yang bertindak sebagai youth factories di dalam kulit. Dengan berjalannya waktu, youth factories ini menurun kemampuannya di usia 28 – 30 tahun, dan kulit kemudian menunjukkan tanda-tanda penuaan. Penelusuran terhadap misteri di balik penuaan kulit dilakukan sampai ke lapisan yang terdalam oleh Pond’s Institute.

    Penelusuran ini menghasilkan terobosan revolusioner di bidang antiaging, yaitu New Intelligent Pro Cell Complex™, sebuah sistem yang terdiri dari enam macam bioaktif yang bekerja bersama untuk memperbaiki kulit dari dalam. Dengan kata lain, kulit diprogram agar berlaku lebih muda dan terlihat lebih muda. Sistem ini dipercaya memiliki kemampuan memperbarui tiga kali lebih kuat. Enam bioaktif tersebut adalah CLA, retinol, two retinol boosters, alpha hydroxy acid (AHA), glycerine, dan 12HSA. Kesimpulannya adalah, dua produk baru Pond’s ini lebih maju, lebih canggih, dan didukung oleh penelitian cellular yang lebih dalam dibandingkan yang sebelumnya, dan akan membawa brand ini menjadi salah satu pemimpin dalam inovasi face care di masa depan. ? Oleh Febe R. Siahaan, Foto: Courtesy of Ponds Indonesia



    Tags : beauty, tips, news






- MORE STORIES -


Inilah Koleksi Lipstik L'Oréal Paris x Balmain

Kemarin secara resmi L'Oréal Paris merilis lipstik limited edition hasil kolaborasi bersama rumah mode Balmain, bagaimana warna-warnanya?


Tampil Glamor Dengan Lipstik Terbaru Dari Dior

Di awal tahun 2018 ini saatnya untuk bereksperimen dengan palet warna lipstik yang lebih berani demi tampilan trendi.


House 99, Perawatan Wajah Pria dari David Beckham

Tampil setampan dan menawan layaknya David Beckham kini tak lagi sekadar impian


Gal Gadot Sebagai Wajah Baru Revlon

Sang Wonder Woman ingin Anda untuk #liveboldly dan mengenakan lipstik merah


Alexa Chung Menjadi Spokesperson L’Oréal Professionnel

Memasuki tahun 2018 ini L’Oréal Professionnel menunjuk sosok fashionista Alexa Chung sebagai spokesperson terbarunya.